Depan | Berita

Berita Korupsi

Menyelesaikan Korupsi Pajak

Barangkali adalah hari ”istimewa” bagi Hadi Poernomo. Ada tiga peristiwa penting yang terjadi pada hari itu, yaitu perayaan hari ulang tahun ke-67, perpisahan sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan, dan penetapan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Tentu saja penetapan sebagai tersangka perkara korupsi bukanlah kado ulang tahun yang diharapkan oleh siapa pun, termasuk Hadi Poernomo.

Serahkan Audit Hambalang ke DPR, BPK Dinilai Politis

Langkah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyerahkan hasil audit investigasi II proyek Hambalang ke Dewan Perwakilan Rakyat dinilai bersifat politis. Koalisi untuk Akuntabilitas Keuangan Negara (KUAK) menilai, langkah BPK tersebut keliru dan bisa saja menghambat proses hukum kasus Hambalang di KPK.

Anas Bantah Takut Ditahan

Tersangka dugaan gratifikasi proyek Hambalang, Anas Urbaningrum, membantah takut ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Bantahan ini disampaikan Firman Wijaya, Kuasa Hukum bekas Ketua Umum Partai Demokrat itu, Rabu (31/7), di Kantor KPK.

"Tidak, karena selama ini pemeriksaan hanya karena ada schedule. Perlu dijadwalkan ulang," ujar Firman, ketika mengantar surat pemberitahuan ketidakhadiran Anas memenuhi panggilan KPK.

Lagi, KPK Periksa Juard Effendy

Komisi Pemberantasan Korupsi untuk kesekian kalinya kembali memeriksa Direktur Perizinan PT.Indoguna Utama, Juard Effendy dalam kaitan kasus Suap untuk Penambahan Kuota Impor Daging Sapi yang menjerat mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq.

Juard yang dijadwalkan datang untuk diperiksa pada pukul 10.00 WIB, keluar pada pukul 15.15 WIB, ketika dikonfirmasi oleh wartawan, dia hanya menyatukan tangannya sembari tersenyum dan segera masuk ke dalam mobil tahanan.

Petinggi Chevron Divonis 2 Tahun Penjara

Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun penjara ditambah denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan kepada Koordinator Environmental Issue Settlement Team Sumatera Light South Minas PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), Kukuh Kertasafari. Hakim menilai, Kukuh terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek normalisasi lahan tercemar minyak (bioremediasi) di Riau tahun 2006-2011.

25/10/2014 - 11:26