Dewan Nilai Fasilitas RS Labuang Baji Buruk
Rumah Sakit Umum Labuang Baji Makassar, dinilai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan belum banyak berubah. Fasilitas dan pelayanannya masih jauh dari harapan.
“Saya heran, kenapa tidak ada perubahan di Rumah Sakit ini, padahal hampir tiap tahun mendapat kucuran anggaran”, kata Ketua Komisi E DPRD Sulsel Yagkin Padjalangi ketika mengunjungi rumah sakit milik pemerintah itu kemarin. Rombongan dewan diterima direktur sementara rumah sakit, Azikin Solthan.
Menurut Yagkin, setelah dewan melakukan kunjungan ditemukan instalasi fisik, ruang perawatan, apotek, dan tempat menginap mahasiswa kos yang kurang manusiawi karena ukurannya sangat kecil. Belum lagi diruang Instalasi farmasi, beberapa obat seperti vitamin C dan beberapa obat tablet lainnya tidak ada. Bahkan banyak obat yang ditemukan sudah kadaluarsa.
Dewan meminta Azikin segera melakukan evaluasi. Tahun ini pemerintah provinsi kembali menganggarkan RP. 3,8 miliar dalam anggaran daerah, setelah tiga rumah sakit milik pemerintah provinsi mendapat tambahan anggaran dari pusat sebesar RP.19 miliar.
Anggota dewan lainnya Muchlis panaungi, mengatakan secara fisik bangunan rumah sakit cukup bagus. Tapi, begitu masuk, kondisinya tidak seperti yang terlihat . “ Kalau begini, bagaimana pasien mau sembuh, pasti tambah sakit ” katanya.
Para dokter juga mengungkapkan kondisi buruk di rumah sakit itu. Dr. Farida mengeluhkan rendahnya uang jasa medic program Jaminan Kesehatan Masyarakat( Jamkesmas) untuk dokter ahli yang hanya RP. 4.000,-. Dr. Abdullah menambahkan, alat CT scan rusak sejak tahun 2005 yang lalu dan alat roentgen hanya bisa melayani enam pasien.
Staf.DPP Set DPRD ( Lucas )/Wartawan Koran Tempo MKS ( Ardiansyah Razak Bakri
