•   Depan
  •   Fraksi-fraksi
  •   Alat Kelengkapan DPRD
    • Pimpinan DPRD
    • Komisi-komisi
    • Badan Kehormatan
    • Badan Anggaran
    • Badan Musyawarah
    • Badan Legislasi
  •   Produk Hukum
    • Undang-undang
    • Peraturan Pemerintah
    • Peraturan Daerah
  •   Blog
  •   Galeri
    • Galeri Foto
    • Galeri Foto - Flickr
    • Galeri Video - Youtube
  •   Lokasi
  •   Direktori
    • DPRD Provinsi Sulsel
    • Pemerintah Provinsi Sulsel
  •   Serba-serbi
    • Mengunduh
    • Jadual Penerbangan
  •   Login
Depan

Kubu Syahrul Ungguli Kubu Ilham ( Berebut Pansus Luteng )

Rab, 01/02/2012 - 15:45

Pemilihan pimpinan Panitia Khusus (Pansus) Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah di DPRD Sulsel pertaruhan kekuatan pengaruh kubu Syahrul Yasin Limpo dan Ilham Arief Sirajuddin.

Aroma persaingan perebutan pengaruh dan dukungan masyarakat Luwu yang melibatkan dua kubu itu sangat kental pada pemilihan ketua pansus di ruang Komisi C DPRD Makassar, Selasa, 31 Januari. Pemilihan ketua yang biasanya aklamasi tidak tercapai, sehingga voting tertutup dilakukan.

Pemilihan pimpinan pansus secara voting tertutup yang baru pertama kali dilakukan dimenangkan Armin Mustamin Toputiri. Legislator Partai Golkar ini menyisihkan Buhari Kahar Mudzakkar dengan selisih tipis satu suara.

Armin didukung sembilan legislator dan Buhari delapan. Legislator PKS, Amru Saher yang juga bersaing pada pemilihan pimpinan pansus hanya memperoleh satu suara, tetapi unggul pada pemilihan wakil ketua pansus.

Andaikan Buhari terpilih, wakil ketua pansus mengarah pada legislator Partai Demokrat Yusa Rasyid Ali. Yusa sebelumnya juga diusulkan masuk dalam bursa pemilihan pimpinan, namun akhirnya mengundurkan diri bersama beberapa calon lainnya.

Persaingan perebutan ketua Pansus Pembentukan Luwu Tengah memolarisasi pendukung Syahrul dan Ilham. Armin yang merupakan kader Partai Golkar berada di jajaran pendukung Syahrul.

Sementara Buhari yang juga legislator PAN merupakan saudara Aziz Qahhar Mudzakkar. Seperti diketahui, Aziz memutuskan untuk mendampingi Ilham sebagai calon wakil gubernur pada Pilgub Sulsel melawan Syahrul.

Dukungan suara pemilih di kawasan Tana Luwu memang sangat strategis, terutama untuk memenangkan pemilihan gubernur. Maka tidak heran, ketika rekomendasi pembentukan Luwu Tengah digulirkan menjelang Pilgub Sulsel dianggap sebagai jualan politik strategis.

Pemekaran Luwu tengah ini kembali menggelinding setelah Gubernur Syahrul Yasin Limpo akhirnya mengeluarkan rekomendasi pembentukan Luwu Tengah. Langkah tersebut ditengarai sebagai manuver Golkar menjawab kepastian akan berpasangannya Aziz Qahhar Mudzakkar dengan Ilham Arief Sirajuddin.

Ilham juga makin percaya diri setelah mengajak Aziz menjadi wakilnya untuk bertarung di Pilgub Sulsel menghadapi Syahrul. Sementara Syahrul memperlihatkan kemesraannya dengan keluarga Qahhar Mudzakkar melalui keakraban dengan Andi Mudzakkar yang juga saudara Aziz.

Di wilayah Luwu Tengah, rebutan pengaruh juga sangat terasa melibatkan kubu Syahrul dan Ilham. Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak yang juga ketua Forum Pemekaran Luwu Tengah berada di barisan Ilham setelah terpilih sebagai ketua DPC Demokrat Luwu.

Hanya saja, masyarakat Luwu terutama asal Walenrang Lamasi yang sebelumnya bersatu mendorong Luwu Tengah juga mulai terpecah. Kelompok yang menginginkan untuk mengusung figur sendiri bila Luwu Tengah terbentuk, memilih lepas dari lingkaran Syukur Bijak dan beralih ke lingkaran pendukung Syahrul.

Buhari Kahar Mudzakkar membenarkan kuatnya arus kepentingan yang bermain di balik pemilihan pimpinan Pansus Luwu Tengah. Dia mengaku sejak awal tidak mempersiapkan kemungkinan voting sehingga harus menelan pil pahit kekalahan yang tipis.

Voting diakuinya tidak dipersiapkan, karena merasa yakin aklamasi selalu dilakukan dan bisa menunjuk dirinya. Perebutan pimpinan dinilai beberapa pendukungnya sudah mengarah pada konteks pemilihan gubernur Sulsel.

Terpisah, Armin menilai pemilihan pimpinan pansus sudah sesuai mekanisme. Voting dilakukan bila aklamasi tidak tercapai. "Sama sekali tidak ada kaitannya dengan perkembangan politik eksternal. Itu murni proses demokrasi sesuai mekanisme internal dewan," tegasnya.

Pemilihan pimpinan pansus pembentukan Luwu Tengah yang dihadiri 18 dari 24 anggota dipimpin langsung Ketua DPRD Sulsel, HM Roem didampingi Wakil Ketua, Akmal Pasluddin.

Anggota pansus yang hadir dan ikut pemilihan yakni, Armin Mustamin Toputiri (Golkar), Rahmawati Sulthani (Golkar), Rahman AT (Golkar), Yusa Rasyid Ali (Demokrat), Buhari Kahar Mudzakkar (PAN), Usman Lonta (PAN), Amru Saher (PKS), Syamsari Kitta (PKS), Muh Amir Anas (Hanura), Ilham Noer Toadji (PDK), Amir Uskara (PPP), Abubakar Wasahua (PPP), Dan Pontasik serta Sarce Bandaso (PDIP), Paulus Tandiongan (PDS), dan Zulkipli (PBB).

Bila pemilihan pimpinan Pansus Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah secara voting, tidak demikian pada Pansus Pembentukan Bone Selatan. Pemilihan pimpinan yang kembali memaketkan Golkar-PKS memilih Rusni Kasman (Golkar) sebagai ketua dan Devi Santi Erawati (PKS) sebagai wakil ketua.

FAJAR ONLINE
 

Ke Versi Mobile
Copyright © 2011 DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. All Rights Reserved.